Powered By Blogger

Sabtu, 26 Maret 2011

Alternatif Baru

Bursa Calon Ketua Umum PSSI 2011-2015 semakin ramai. Kini sudah lebih dari sepuluhnama di ajukan umtuk menduduki kursi kepemimpinan PSSI 1, April nanti.
Sebut saja Diza Rasyid Ali, G.H. Sutejo, Sutiyoso, dan Erwin Aksa. Sebelumnya juga muncul nama Jusuf Kalla meski mantan Wapres itu telah menyatakan tidak mau lagi untuk di calonkan. Nama-nama dari kepungurusan PSSI juga banyak yang muncul, mereka adalah Anggota Exco PSSI Ibnu Muzir, Presiden Direktur PT Liga Indonesia Andi Darussalam Tabusalla, danDeputi Bidang Teknis BTN Iman Arif. Diza termaasuk ssalah satu nama yang paling awal mendeklarasikan dirinya,saat ini Diza terus fokus pada usaha mengumpulkan dukungan suara.

Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Pembina Persija, Sutiyoso, malah mendapatkan dukungan dari Jusuf Kalla, Tapi Sutiyoso masih ingin melihat terlebih dahulu peta kekuatan para pemilik suara, jika dia menilai cukup signifikan, baru akan serius untuk maju.  Banyaknya nama yang di munculkan untuk Kandidat Ketua PSSI di nilai anggota Exco PSSI, Sumaryoto sebagai hal yang positif. Hanya dari sekian banyak nama tersebut, tampaknya belum ada yang mencalonkan sebagai Wakil Ketua. Apalagi Nirwan Bakrie kabarnya akan maju di posisi tersebut,mereka tidak mau bersaing dengan "Sang Konglomerat' di posisi yang "kurang strategis" tersebut.


Tensi Tinggi = Kisruh

Menjelang Kongres Pembentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan Ketua PSSI di Pekanbaru, Sabtu (26/3), masa depan sepak bola Indonesia masih sangat gelap.
Tensi sangat tinggi dan kisruh bisa saja terjadi. Kisruh soal surat undangan, peraturan organisasi, pemilik suara yang sah, dan berbagai permasalahan akan timbul karena semua semua kubu punya kepentingan untuk memastikan Komite Pemilihan dan Komite Banding di kuasai oleh "kubunya". Kongres di Pekanbaru, menjadi setengah dari perjalanan karena lolos tidaknya bakal calon akan di tentukan oleh orang-orang yang terpilih di sana. Mereka pasti menghitung dan mengatur karena untuk bisa di pilih, satu orang harus di calonkan oleh lima suara.
Perjalanan ke Eropa sebagian pemilik suara bisa jadi mengamankan komposisi Komite Pemilihan dari status quo. Klaim KPPN yang menguasai 87 suara, kenyataannya tergambar dari Komite Pemilihan yang terbentuk. Jika mengacu pada Standard Electoral Code, bahwa keputusan Komite Banding adalah final,serta FIFA memahami dan menghargainya, maka semestinya keempat orang tersebut (Nurdin Halid,Arifin Panigoro,Nirwan Bakrie, dan George Toisutta) akan kembali tidak lolos. Jadi calon alternatif harus muncul demi mencairkan suasana dan mencari yang paling layak untuk memimpin PSSI.


Selasa, 22 Maret 2011

Lebih Enak Pesiar Dari Pada Memikirkan Kongres

Sejumlah pemegang hak suara di dampingi pengurus PSSI akan mengunjungi beberapa negara di Eropa, acara pesiar ke Italia, Inggris, dan Spanyol pada 16- 25 Maret di sponsori oleh PT Liga Indonesia. Tajuk yang di pilih adalah STUDI BANDING.
Sebenarnya, program ini pada awalnya akan di peruntukkan bagi klub-klub ISL. Yang bertujuan memberikan pembelajaran kepada petinggi-petinggi klub untuk mengetahui secara langsung bagaimana mengelola sebuah klub secara profesional. Sayang, ternyata bukan hanya klub yang dikirim ke Eropa, banyak terdapat petinggi klub Divisi Utama, pejabat Pengprov PSSI, serta sejumlah kayaan kantor PSSI.
Waktu "pesiar" yang berdekatan dengan Kongres, menimbulkan banyak pertanyaan dan kecurigaan kalau acara itu sebenarnya adalah ajang kampanye. Pengalaman menunjukkan bahwa banyak pengurus Pengprov yang banyak kehilangan suara kritis pada Kongres Tahunan PSSI seusai "diberi hadiah" menyaksikan Piala Dunia 2010. CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, menyatakan bahwa rencana ini sebenarnya sudah di rencanakan sejak Oktober tahun lalu, tapi tertunda karena jumlah peserta "pesiar" bertambah sesuai keinginan PSSI.


Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More